Rabu, 11 Juni 2014

Pelantikan ArRoche Darussalam di Gunung Api Purba Nglanggeran

Pagi itu tanggal 24 Maret 2014

Gaiety datang kerumahku sekitar jam 6.30 pagi, kami bersiap-siap untuk survey ke gunung api purba Nglanggeran di Gunungkidul. Di perjalanan, kami berhenti sejenak di sebuah pasar di Jalan Wonosari untuk mengajak Yekti dan Nurfi ikut survey.
Sekitar jam 7.00 kami berempat berangkat dengan menggunakan motor. Sesampainya disana, kami berempat yang menggunakan "rok panjang dan sepatu girly" bersiap-siap untuk mendaki.

Subhanallah, pemandangan yang kami lihat pagi itu begitu menyejukkan.
lihat saja

Naili

Nurfi

Yekti

Perjalanan kami lanjutkan tanpa banyak berhenti untuk menghitung berapa lama waktu normal yang dibutuhkan untuk mendaki.

Oiya, survey ini kami lakukan untuk persiapan acara pelantikan adik-adik angkatan alumni Rohis SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Sebenarnya aku tidak begitu aktif di organisasi tersebut, aku ikut survey pun karena diajak Gaiety. Hehe.
Tapi hitung-hitung tidak ada salahnya membantu teman-teman yang kekurangan tenaga panitia untuk pelantikan.

Perjalanan kami lanjutkan hingga ke puncak Nglanggeran. Dari satu puncak, kami mencoba ke puncak yang satunya, akhirnya kami memutuskan untuk pelantikan di puncak utara.

_______________________________

Pada tanggal 31 Maret 2014,
setelah malam sebelumnya kami mengadakan acara MABIT. Kami semua berangkat ke Nglanggeran pagi-pagi (terutama panitia).
Acara naik gunung merupakan acara yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya sekedar rihlah, tapi disini juga mereka (baca: adik-adik angkatan) akan kami uji. Hahahaha.

Kami membuat beberapa pos games yang menguji kebersamaan mereka. Ada 5 pos, dan aku memegang pos ke-3. Sepertinya pos 3 ini yang paling tidak bisa dilupakan mereka. Sebenarnya aku sendiri tidak tega, tapi bagaimana lagi, teman-teman panitia yang lain (Gaiety, Nurfi dan Mas Arif) sangat mendukung games ini. OK, fine, aku buang jauh-jauh jaim ku. Meski aku terlihat jadi orang yang paling tega di acara pelantikan ini.
Pasti kalian penasaran dan bertanya-tanya kan games apa yang buat di pos 3 ini?
seperti ini gamesnya :

Naili - Nurfi - Suryanto - An'am


An'am
nih kayaknya pas si An'am yang bagian nglekar-nglekar nyari kertas. Hehehe. Maaf ya dek..


Naili - Deta - adiknya Puji (lupa namanya) 



sebenernya Pos 3 merupakan games makan-makan :)
bagaimana cara games ini? berikut penjelasannya :

  1. Kami menyusun rafia seperi sarang laba-laba.
  2. Di rafia tersebut, kami tempelkan kertas dengan berbagai macam tulisan makanan yang telah kami persiapkan sebelumnya.
  3. Dengan mata tertutup, salah satu peserta merangkak dan mencari kertas tersebut sebanyak mungkin yang mereka dapatkan dalam waktu sekitar 1-2menit, dimana satu orang lainnya menjadi petunjuk arah (memberikan bantuan arah maju, mundur, kanan, kiri untuk memperoleh kertas yang ditempel di rafia tersebut).
  4. Setelah itu, kertas yang mereka dapat dikumpulkan pada panitia (jangan dibuka dulu).
  5. Salah satu peserta yang belum merangkak maupun jadi penunjuk arah melakukan pemilihan makanan "surprise".
  6. Makanan surprise ini ditempel pada sebuah rafia yang diikatkan pada sebuah pohon.
  7. Nah, kita sampai pada puncak wow dari games ini. Kertas makanan yang mereka dapat kita buka satu persatu dan ambilkan makanan yang tertulis di kertas yang telah mereka dapat tersebut. Ingat! Kertas surprise jangan dibukan dulu.
  8. Semua makanan tersebut kita buka dan campur aduk jadi satu di sebuah mangkuk, aduk rata. Makanan yang telah disiapkan berupa kerupuk, susu, keju, roti, dll.
  9. Perlihatkan tatapan mata sedikit menyinyir lalu buka kertas surprise. Hahahaha. Kejam memang, surprise nya ada "TERASI", kalau mereka beruntung, mereka mendapatkan surprise "GARAM".
  10. Semua itu dicampur aduk jadi satu dan konsekuensi mereka adalah harus menghabiskan makanan yang telah dicampur tersebut.
  11. Semua yang mereka makan adalah hasil jerih payah mereka, surprise yang mereka ambil merupakan resiko yang harus ditanggung mereka. Menghabiskan semua makanan yang telah mereka pilih merupakan tanggungjawab mereka semua. Paham maksudnya? Bisa mengambil pelajaran dari games ini? :)


Meski sesungguhnya aku tidak tega melihat mereka seperti itu.

ini bentuk makanan yang harus mereka habiskan :

ini bentuk makanan campur-campurnya


foto yang ini lagi ngambil kertas "surprise"nya


Semoga kalian tetap selalu bersama-sama, susah senang, kalian akan punya tanggungjawab dan amanah yang harus kalian laksanakan setahun kedepan. :)



Naili - Gaiety - Yekti
We Are Tirai (Tim Hooraii) :D

Pelantikan adik-adik ArRoche Darussalam di puncak Nglanggeran bagian utara



Naili Isnawati Sayida - ARROCHE DARUSSALAM

Rabu, 12 Maret 2014

Liburan Keluarga

Assalamu'alaikum :)

heeeiiiiy? siapa yang sering liburan bareng keluarga?
Beberapa teman pasti ada yang lebih sering jalan-jalan bareng temen daripada bareng keluarga. Iya ga?
Kapan terakhir kali liburan bareng sekeluarga?
Buat temen-temen yang udah pada gede, apalagi udah pada nikah, atau udah kerja pasti rindu momen bareng keluarga :)

yuk yuk, buat temen-temen semua yang masih kumpul bareng keluarga, kita eratkan yuk hubungan dengan orang tua dan sodara :)

Jalan-jalan tidak harus mahal, liburan ke lokasi yang dekat dengan rumah dengan suasana yang tenang juga sudah cukup untuk membuat obrolan asyik bersama.

Atau temen2 punya waktu khusus untuk bareng2 keluarga nih? seperti ada waktu tertentu yang harus dilakukan bersama-sama mungkin?
Saat makan malam bersama, atau bisa saat sholat berjama'ah sekeluarga dan mengaji bersama.
Ini bisa jadi wadah untuk mengeratkan rasa kekeluargaan dan waktu untuk sharing satu sama lain.
Sekedar bercerita apa yang telah dilewati hari ini, ataupun untuk berbagi kebahagiaan. :)


Naili, Liburan keluarga di Wonogiri


di foto ini ga ada naili nya, ini semua sodara2 ku. ya :) aku merupakan salah satu personil dari 10 orang anggota keluarga ku


Naili - Ibu -Abah
di masjid Agung Jawa Tengah Semarang


ini foto jadul banget. jaman aku masih kecil.
ada mbah Akung dan mbah Uti.
trus yang kecil-kecil dipangku itu ada mas Mujib, mbak Lela dan aku, Naili


Ini waktu kerumah mbah Akung yang sekarang. di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara :)


yang ini waktu liburan di Alun-alun Yogyakarta


abah seusai sholat maghrib berjama'ah


ngaji bersama seusai sholat maghrib berjama'ah :)

Sabtu, 08 Februari 2014

Hidup, Seperti Perjalanan Mendaki Gunung (Edisi Kawah Ijen - Banyuwangi)

Bismillahirrohmaanirrohiim

Menjalani hidup seperti menempuh perjalanan mendaki gunung, Tak tahu kapan akan melewati jalan menanjak, datar, dan menurun. Namun tetap berjuang untuk meneruskan perjalanan yang kita belum tahu bagaimana akhir dari perjalanan ini.

fila - naili
Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan karena bus yang kita tumpangi ternyata terjebak macet di gunung gumitir selama 5 jam, akhirnya sampai juga di Banyuwangi.
Yeaaay, Welcome Banyuwangi :)


Beberapa waktu lalu, aku dan adiku, Rosiana Nafilatul pertama kali menempuh perjalanan ke Banyuwangi berkunjung ke rumah saudara baru disana. Awalnya kami tak tahu menahu jika saudara baru kami, Fikri Khoirur Rizal dan Ikmal Taji akan mengajak kami mendaki Kawah Ijen, alhasil kami hanya memakai perlengkapan mendaki seadanya.

nita - fila - naili - ifa
Are We Ready?


Bersama dengan teman-temannya Rizal dari UI dan ITS, ada Nafian, Anjas, Ifa, dan Nita. Kami berangkat menggunakan mobil pukul 22.00 dari rumah dan sampai lokasi pos lapor pendakian pukul 24.00.
Kami beristirahat sembari menunggu beberapa teman IMAWANGInya Rizal dari UI datang. Kalau tidak salah ada yang asli daerah dekat Ijen, namanya Inu.
Pukul 01.00 dini hari kami mulai berangkat mendaki. Berharap bisa melihat bluefire dan sunrise dari puncak Kawah Ijen. Setengah jam perjalanan kami semua masih berjalan bersama-sama. Namun setelahnya, beberapa teman jalan lebih cepat dan beberapa berada di belakang. Termasuk aku.
Dengan jaket tipis dan persediaan seadanya, ditambah geirimis yang belum mau pergi, apalagi kabut tebal terus menyelimuti perjalanan, nafasku mulai terasa sangat sesak hingga membuatku harus berjalan dengan sangat perlahan jauh dibelakang yang lain.
Sebelum memasuki pos pertama, perjalanan lebih banyak ditempuh melalui jalan yang terus menanjak dan menanjak.
Jaket dan kaos kaki yang gunakan ternyata basah karena gerimis dan dinginnya embun.
Aku yang semakin tak kuat dengan dingin pun akhirnya sempat tumbang.
Ditemani Rizal dan Anjas aku perlahan masih terus melanjutkan perjalanan yang entah aku tak tahu kapan akan sampai tujuan dan bagaimana ujungnya. Selang beberapa waktu, sebelum masuk pos pendakian ke-2, aku yang menggigil kedinginan akhirnya bertukar jaket dengan Anjas. Apalagi jaketku yang sudah basah dan tipis itu karena tak tahu bahwa harus mempersiapkan perlengkapan mendaki sedemikian rupa.
Melewati pos 2, jalan mulai lebih datar meski sesekali menanjak. Selama perjalanan aku hanya berfikir dan menyadari bahwa, beginilah hidup, tak tahu bagaimana jalan yang akan kita tempuh, bahkan mungkin dengan persiapan yang apa adanya, mungkin bahkan tanpa persiapan sama sekali. Begitulah Allah SWT membuat skenario kehidupan. Aku menyadari bahwa aku hanya hamba yang lemah, yang tanpa kekuatan dariNya aku takkan mampu melewati perjalanan yang berlika-liku.
Alhamdulillah, tak diduga ternyata Ikmal yang sudah sampai puncak kembali turun menyusul kami dengan membawa jaket polar. Aku kembali berganti jaket dengan jaket polar tersebut. Terasa lebih hangat, meski aku tahu itu sangat dingin di pagi buta di gunung.
Ada sebuah hal yang akhirnya membuatku kembali menyadari bahwa pertolongan itu pasti akan datang. Meski aku tak tahu kapan datangnya, yang penting jangan pernah menyerah, karena pertolongan Allah SWT itu nyata. Allah SWT tak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambaNya.
Jalan yang semakin berkabut membuat pandangan tak lebih dari 1 meter dengan kanan dan kiri kita temui jurang-jurang.
Tak lama kemudian kami sampai puncak dan mencari batu besar penghalang angin untuk menghangatkan diri dan istirahat sejenak. Jam menunjukkan jam 04.00 dinihari, masih gelap dan berkabut. Beberapa dari kami mencoba untuk melihat bluefire. Ternyata kami belum beruntung karena kabut yang belum mau pergi karena gerimis dari semalam.
Sekitar pukul 05.30, matahari mulai tampak karena kabut mulai menyingkir. Subhanallah, indah sekali ciptaanNya. Kami melihat pemandangan yang begitu indah. Kamipun mengambil beberapa foto betapa indahnya bentang alam yang telah diciptakan.

naili
see? jaket ku jadi jaket polar. haha

naili - anjas - nita - ifa
Sampai di puncak. Alhamdulillah!! Subhanallah indah sekali!! :)


Disini aku menyadari, sebuah hasil yang indah, tak ditempuh dengan cara yang mudah bukan? sebuah kerja keras, ketekunan, keyakinan, do'a, semangat yang pantang menyerah, saling membantu, keikhlasan, kesabaran, kerjasama itu semua dibutuhkan. Hingga muncul rasa syukur yang tak henti-hentinya. :)
Akhirnya kamipun turun dan sampai bawah sekitar pukul 09.00.
Melanjutkan perjalanan menuju Air terjun di Kali Ndelosor Belerang, Taman Suruh dengan Pemandian air mineral dan Pantai Watudodol. Juga masih ada Pantai Teluk Hijau dan Pulau Merah yang kami sambangai di hari berikutnya.

anjas - nafian - ikmal - rizal - nita - ifa
habis mandi di kolam pemandian air mineral, mereka nyoba naik mainan ini sampe sempoyongan di taman suruh.

naili
Setelah menikmati es degan dan mie goreng bareng-bareng, foto dulu yuk di pantai watudodol

naili lagi (haha)
ini di pantai teluk hijau, pantai ini masuk taman nasional yang dilindungi loh, masih ada monyet dan macannya. tapi yang ini bukan monyet ato macannya lho ya :p hihi
perjalanan ke pantai ini pun harus ditempuh jalan kaki sekitar 2km naik turun melewati jalan becek. Katanya sengaa jalannya tidak diperbaiki agar suasananya masih alami.

naili
msih di pantai teluk hijau

naili
di kali ndelosor, sayang banget disini banyak corat-coret pengunjung yang tidak bertanggung jawab. di batu-batu banyak tulisan jahil yang tidak nyaman dilihat.

naili
menikmati sunset di pulau merah, anginnya kencang lho! 


Perjalanan menuju Pantai Teluk Hijau ternyata membutuhkan kesiapan fisik. Alhamdulillah fisik sudah terasah saat mendaki di Kawah Ijen. Berjalan kaki menuju Pantai Teluk Hijau dengan melewati hutan, naik turunnya jalan dan trek yang becek tak begitu berat dirasakan.
Tahukah kamu? ini membuktikan , bahwa kita harus sering berlatih dan membiasakan diri dengan persoalan yang kita rasa berat, agar itu bisa jadi pengalaman berikutnya bahwa tak ada persoalan yang besar karna kita punya Allah SWT yang lebih besar dari persoalan-persoalan kita.

Oiya, penting banget! menikmati alam ciptaanNya jangan sampai mengotori dan tidak menjaga kelestariannya ya. Tetap jaga lingkungan, jangan buang sampah sembarangan dan corat-coret ga jelas.

Semoga begitulah perjalanan hidup kita, bisa diakhiri dengan khusnul khotimah, sebuah akhir yang indah..
inshaa Allah, aamiin :)


Mohon maaf jika ada kesalahan kata, semoga sedikit kisah ini mampu menginspirasi temen-temen semua..


Naili Isnawati Sayida - Yogyakarta

Jumat, 20 Desember 2013

DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT, TUHAN ITU MAHA TAHU

Kau tahu? makna diatas langit masih ada langit?
Maknanya ialah “di dunia ini tak ada satupun yang sempurna, setiap yang terbaik akan ada yang lebih baik lagi.”
Sama seperti ilmu padi, dimana semakin berisi akan semakin merunduk

Janganlah marah, ketika kamu mendapatkan hujatan, cacian, fitnaan
Walaupun mampu untuk membalasnya
Jangan merasa sombong, dikala kamu diatas orang lain
Jangan pula merasa bangga, sehingga ke "AKU" anmu menenggelamkan sifat kehambaanmu
jika kau tahu diri bahwa sesungguhnya Tuhan itu Maha Tahu

” Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (An-Nahl :23 )

” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? ”. ( Al-Baqoroh :77 )

Manusia tidak berhak, kapanpun, meski sedikit, untuk meremehkan orang lain. Merasa diri paling hebat. Karena apa yang kita miliki tidak lebih hanya pinjaman, pemberian. Tanpa bantuanNya, kita hanya akan statis tanpa kemajuan. Ketahuilah kawan, semakin banyak kita tahu, akan semakin banyak hal yang tidak kita tahu.





Lihat gambar diatas ini, padi tersebut merupakan padi yang masih hijau dan muda. Masih berdiri tegak. Seakan menggambarkan seseorang yang sombong dengan sedikit isi atau mungkin masih kopong. Bandingkanlah dengan gambar dibawah ini.



Gambar ini merupakan padi yang telah menguning, dimana semakin berisi, akan semakin merunduk. Lihatlah batang padinya yang semakin melengkung kebawah. Seperti seseorang yang berilmu, namun rendah hati.


Kata-kata yang telah ditulis sungguh bukan sesuatu yang sederhana dampaknya, pasti ada sesuatu yang tersimpan sangat istimewa di dalam jiwanya. 
Meskipun hidup tak semudah kata-kata tapi sesungguhnya kata-kata itu terlahir dari kehidupan.

Semoga kekuatan yang Allah berikan didalam hidup kita senantiasa terus bertambah. Guna terus melanjutkan langkah-langkah kebaikan kita. Aamiin.

Semoga bermanfaat!





malam ini ditemani suara kodok yang bernyanyi dimana sejak pagi jogja telah ditemani oleh hujan.

Semoga kederasannya menjadi sarana kemakbulan do'a



Naili Isnawati Sayida - Yogyakarta

Selasa, 17 Desember 2013

Simpanlah

Saat ini teknologi telah sangat maju, banyak media sosial yang banyak pula penggunanya, apalagi di Indonesia. Sayangnya banyak yang menggunakan media sosial sebagai tempat curhat dari keluh kesah dan tempat mengadu dari "rahasia-rahasia" kehidupan yang sebenarnya tidak perlu orang lain tahu.

"Ada 3 pusaka kebajikan, yaitu: merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sedekah." (HR. Tabrani)

Sesuai dengan judul tulisan ini, "Simpanlah".
Simpanlah segala keluh kesahmu, segala musibah dan pengaduan mu, rahasiakan sedekah dan perbuatan baik yang telah dilakukan. Itu semua berkaitan dengan rasa sabar, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Pernahkah kamu merasa ingin sekali mencari seseorang yang mampu mendengarkan segala ceritamu saat kamu sedang begitu sedih, sedang marah dengan sesuatu, sedang banyak pikiran, keinginan, atau apapun itu yang membuat mu gelisah. Kemanakah kamu pergi? Bertemulah dengan-Nya di sepertiga malam terakhir, curahkanlah semuanya. Perbanyaklah mengingat-Nya. Dzat yang sangat berhak untuk dicintai, dan sangat tulus mencintai.

Jika kamu sering menulis atau update tentang kebjikan, tentang hal-hal religi, dan tentang Tuhan, berusahalah itu tak hanya ada di tulisan-tulisan mu. Perbaiki diri dan terus berusaha mejadi lebih baik lagi. Belajar untuk bisa lebih konsisten dala mendisiplinkan diri. Namun janganlah menjadi ajang pamer jika kamu sudah melakukan suatu kebajikan. Sekali lagi, simpanlah itu semua hanya untuk mu dan Allah. Bukankah semasa kecil sering kita dengar, jika tangan kanan bersedekah, sembunyikanlah tangan kiri mu.

Semoga tulisan ini bermanfaat, teruslah menjadi pribadi yang lebih baik.
"keep learning, not studying"



Naili Isnawati Sayida - Yogyakarta

Kamis, 05 Desember 2013

Goes to Makassar

Assalamu'alaikum

apa kabar para kawan-kawan sekalian? semoga selalu dikasihi Allah ya :)

sebenernya ini udah kunjungan ku ke Makassar beberapa bulan lalu.
tapi baru aku publish pengalaman ku sekarang.

semoga kita bisa makin mensyukuri segala nikmat yang telah Allah ciptakan.

perjalanan dari Yogyakarta menuju Juanda naik travel bareng Cici, Cece dan Farida
setibanya di Juanda pas banget waktu subuh. Kita langsung nyari mushola dan colokan listrik.
sembari menunggu jam terbang yang masih beberapa jam, akhirnya kita nyari sarapan dulu disini
ini foto yang masih lumayan jelas setelah kita sarapan. lihat niii masih ada yang lebih geje :D


wow, tebak aku yang mana? :D
farida - naili - cece - cici

Alhamdulillah, setelah kenyang, kita ngegabut dulu sambil ngecharge gadget. begitu udah waktunya check-in langsung deh cuuus



sekitar 1 jam lebih, akhirnya kita sampai di Sultan Hasanuddin dan bingung mencari om nya Ulfa. oiya, lupa blm cerita kalo tujuan awal kita ke Makassar adalah menghadiri walimahan temen kita, Ulfa yang asli bugis. :D


Kemana aja nih di Makassar?
ini dia beberapa tempat yang kami kunjungi

Losari

Di pantai ini yg lokasinya deket sama masjid apung,
ini masjid apung nya
namanya masjid amirul mukminin
Jogja kapan ya punya yang begini? hehe

kita juga jalan-jalan ke bantimurung
tapi karna udah kemaleman, akhirnya aku ga nyebur ke air terjunnya.

ini disini juga ada taman kupu-kupunya.


yang ini di masjid al markaz makassar. katanya masjid ini dibangun atas inisiatif seorang jenderal yang waktu itu masjid agung nya makassar sedang di renovasi. awalnya masjid ini hanya dibangun sementara, tapi ternyata sampai saat ini masih sering digunakan dan banyak jamaahnya, apalagi saat hari jumat. bahkan ada pasar tumpahnya.

oiya, waktu di masjid al markaz ini, kami menyempatkan diri untuk mencicipi minuman es khas makassar, seperti pisang ijo, es teler dll.
alhamdulillahnya, saat kita mau bayar, ternyata udah ada mas2 yang ngebayarin es kami. hehe


Di makassai ini, kamu tinggal di rumah warga, tetangganya ulfa, namanya ummi jawariah. kami memanggilnya ummi jawa.
ini keluarganya ummi

inilah keluarga "KKN kedua" kami. hehe
foto ini diambil sepulangnya dari acara nikahannya ulfa.
lihat aja, kami masih pake baju adat sulawesi. yakni baju bodo :)

sementara yang bisa aku bagikan ke temen-temen baru ini.
tunggu kelanjutannya ya ^^
semoga kita makin mencitai apa yang Allah ciptakan sehingga manusia bisa menikmatinya,
jangan lupa, manfaatkan secara bijak semua kekayaan alam negara kita,

Wassalamu'alaikum


Naili Isnawati Sayida 

Fiqih dan Tasawwuf

Pada tataran wacana, antara fiqih dan tasawwuf terdapat ketegangan laten. Di satu pihak, tasawwuf mengkritisi fiqih yang --setelah tercanggihkan sedemikian kompleks-- cenderung bernuansa teknis dan kering. Di pihak lain, fiqih tak henti-hentinya mewaspadai tasawwuf yang dalam standar elaborasi fiqih dianggap terlalu spekulatif, bahkan kadang dituding"berbahaya bagi orang awam". Sepanjang sejarah, tidak jarang ketegangan itu membuahkan peristiwa-peristiwa radikal. Yang paling dramatis dan tragis diantaranya adalah dihukum matinya Al Hallaj "berdasarkan fatwa para ulama fiqih".

Imam Abu Hamid Al Ghozzali dan Imam Junaid Al Baghdadi berupaya meredakan ketegangan itu dengan formula-formula "jalan tengah", misalnya: "Barangsiapa beramal dengan syari'at tanpa (memperhatikan) haqiqat akan menjadi fasiq, dan barangsiapa beramal dengan haqiqat tanpa (berpegang pada) syari'at alan menjadizindiq (menyeleweng dari agama tanpa menyadarinya)". Tapi ketegangan itu tak pernah sirna. Fiqih dan Tasawwuf laksana sepasang tesa dan antitesa yang terus-menerus berdialektika, bahkan dalam laku sehari-hari para pengampu agama.

Ketika mukim di Mesir, Gus Dur yang sekamar dengan Gus Mus ditamui seorang teman dari Aceh yang sangat fiqih-minded dan kurang respek terhadap tasawwuf --jadi bukan Kiyai Syukri Zarkasi sebagaimana versi populer dari kisah ini, dan mengenai hal ini saya memperoleh konfirmasi langsung dari Gus Dur. Lazimnya adab tuan rumah, Gus Dur menyiapkan minuman untuk disuguhkan. Tapi, dalam keterbatasan, ia tak menemukan lap untuk mengeringkan gelas. Maka ia membuka lemari dan memungut sepotong celana dalam milik Gus Mus yang ia tahu baru dibeli dan belum sempat dipakai. Didepan hidung tamunya, Gus Dur melap gelas dengan celana dalam itu.

Hingga pamitan, si tamu sama sekali tak menyentuh minuman yang disuguhkan, walaupun tuan rumah berkali-kali mempersilahkan. Ia terpaku pada wujud lahiriah celana dalam, tanpa memperhitungkan hakikat kebaruannya.


oleh:
-=Terong gosong=-

http://www.facebook.com/note.php?note_id=173838595985888&comments